Sacrifice by Bob Fitts
Oh, this must be the hardest hill I've ever climb
For I must sacrifice you promised son of mine
And so I go to worship with you by my side
And trust the sacrifice He will provide
Ref.
And though I cherish you, I must now offer you
To Him who is the giver of all good things
And though I cherish you, I will now offer you
For surely He could raise you up again
Here on the altar Father i lay all my dream
And offer back to you this child You've given me
Oh son, you must believe He's called us to obey
And by His love, He'll make a better way
Ref.
"Oh Abraham, Oh Abraham,
Now that I know you fear my name, withhold your hand,
Oh Abraham, oh faithful man,
Your only son, he’s not the one, behold the ram,
Behold the lamb ..."
It must've been the hardest thing He'd ever done
When God the father sacrificed His only Son
The One that He most cherished gave His life away
And by His love, He made a better way.
And so I cherish You, and so I honour You
For truly You're the giver of all good thing
And so I cherish You, and so I honour You
Your sacrifice is now the King of kings
Jehovah-Jireh, He has provided,
The sacrifice of love no man could ever made
And what He requires of you and me, even the hardest things
Your blood, oh, Christ , Your sacrifice gives me strength to obey.
Friday, March 27, 2009
Thursday, March 26, 2009
Roma 8:29-30

(materi Temu Darat 14Mar2009)
Seperti apakah sesungguhnya kondisi manusia berdosa itu?
Manusia berdosa sering digambarkan sebagai orang sakit. Seperti seorang yang sakit parah di rumah sakit, dengan botol obat di meja di samping ranjangnya. Kalau ia mau sembuh, harus mengangkat tangannya mengambil obat itu. Atau harus membuka mulutnya menelan obat itu.
Tetapi Alkitab mengatakan bahwa kondisi orang berdosa adalah seperti orang mati. Firman Tuhan di Efesus 2:1 mengatakan bahwa setiap manusia telah mati di dalam dosa-dosanya sejak dilahirkan. Boro-boro mengangkat tangannya untuk mengambil obat, membuka mulut atau menelan saja tidak bisa. Pendeknya, mati. Tidak bisa bergerak, tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Hanya kuasa dari atas, yaitu kuasa Roh Kudus yang menghidupkan manusia itu dari dalam, yaitu kuasa Tuhan yang juga telah membangkitkan Kristus dari antara orang mati, kuasa itulah yang juga telah membangkitkan Anda dan saya untuk hidup kembali.
Manusia tidak punya andil secuilpun dalam menerima keselamatan. Manusia tidak memiliki jasa apapun dalam menerima hidup baru.
Yesaya 64:6 "Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor."
Lebih lagi, seluruh keselamatan kita itu hanyalah dari Tuhan saja. Tuhan sendirilah yang mengerjakan setiap langkah yang menjamin keselamatan kita, di dalam kuasanya dan di dalam kekayaan kasih karuniaNya. Itulah sebabnya keselamatan kita itu tidak bisa hilang. Karena Tuhanlah yang mengerjakan semuanya, bukan kita.
Yohanes 6
6:37 Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
Roma 8:29-30 disebut oleh para ahli teologi: The golden chain of salvation = Rantai emas keselamatan kita. Keselamatan kita itu sangat terjamin dan kuat karena didasarkan pada apa yang sudah Tuhan Allah perbuat bagi kita (Foreknew; Predestined; Called; Justified) dan yang masih akan diselesaikanNya bagi kita (Glorified).
Roma
8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
8:30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.
Sebelum masuk ke dua ayat yang amat penting ini, mari kita lihat ayat yang lebih populer di atasnya:
Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Perhatikan kata segala sesuatu. Ini berarti segala sesuatu. Perkara yang bagus, perkara yang buruk, bahkan bencana dan tragedi. Segala sesuatu.
Perhatikan juga bahwa janji Roma 8:28 ini bukan untuk semua orang. Melainkan hanya untuk mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Siapa itu orang-orang yang terpanggil, sesuai dengan rencana Allah?
Paulus membahas orang-orang khusus ini di ayat bahasan kita, ayat 29 dan 30.
Roma 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya,
Kata dipilihNya dari semula di sini dalam bahasa Inggris adalah foreknew = sudah mengenal dari semula. Tuhan sudah mengenal orang-orang yang akan menjadi milik Yesus sejak sebelum dunia ini diciptakan.
8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
8:30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.
Sebelum masuk ke dua ayat yang amat penting ini, mari kita lihat ayat yang lebih populer di atasnya:
Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Perhatikan kata segala sesuatu. Ini berarti segala sesuatu. Perkara yang bagus, perkara yang buruk, bahkan bencana dan tragedi. Segala sesuatu.
Perhatikan juga bahwa janji Roma 8:28 ini bukan untuk semua orang. Melainkan hanya untuk mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Siapa itu orang-orang yang terpanggil, sesuai dengan rencana Allah?
Paulus membahas orang-orang khusus ini di ayat bahasan kita, ayat 29 dan 30.
Roma 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya,
Kata dipilihNya dari semula di sini dalam bahasa Inggris adalah foreknew = sudah mengenal dari semula. Tuhan sudah mengenal orang-orang yang akan menjadi milik Yesus sejak sebelum dunia ini diciptakan.
Kata mengenal memiliki arti hubungan yang amat intim. Dalam alkitab King James Version di kitab Kejadian, ketika Adam dikatakan tidur dengan istrinya dan istrinya kemudian melahirkan anak, dikatakan dalam Genesis 4:1 “And Adam knew Eve his wife; and she conceived, and bare Cain.” Terjemahan Indonesia: “4:1 Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain;”
Tuhan Yesus dalam Yohanes 10 mengatakan, “I know my sheep and my sheep knows me.” ”Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku” (Yoh 10:14).
Itulah rantai pertama dari keselamatan kita. FOREKNEW.
Rantai yang kedua:
Roma 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
DitentukanNya = (NIV) predestined.
Mayoritas orang Kristen takut pada doktrin predestinasi. Tak terhitung orang teologia dan pastor yang mengingkari adanya doktrin predestinasi ini. Tetapi di sini Anda melihat secara hitam putih di Alkitab kita, bahwa rasul Paulus bukan hanya percaya pada doktrin predestinasi tetapi juga mengajarkan doktrin predestinasi. Dasar doktrin kita bukanlah logika atau opini populer manusia, melainkan dasar dari semua konsep hidup kita haruslah dari Alkitab. Firman Allah.
Predestinasi adalah kenyataan dalam Alkitab, bukan angan-angan atau teori manusia belaka. Predestinasi adalah rantai kedua dari the golden chain yang menjamin keselamatan kita.
Predestinasi terdiri dari dua kata. Pre= sebelum; Destinasi= destiny atau tujuan akhir kita.Tuhan sudah menentukan tujuan akhir kita dari sebelumnya, yaitu sebelum dunia ini dijadikan.
Predestinasi terdiri dari dua kata. Pre= sebelum; Destinasi= destiny atau tujuan akhir kita.Tuhan sudah menentukan tujuan akhir kita dari sebelumnya, yaitu sebelum dunia ini dijadikan.
Apa sih destiny atau tujuan akhir kita itu? Mari lihat di Alkitab Anda: “untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.” Wow. Anda dan saya suatu hari nanti akan diubahkan dalam sekejap mata menjadi serupa dengan Kristus. Sebab kita yang sudah di dalam Kristus, kita ini sudah diangkatNya menjadi anak-anak Allah, jadi saudara-saudara Kristus.
Ini bukan berarti ranking Anda sama dengan Kristus, Tuhan tidak mengubah kita jadi tuhan-tuhan kecil. Tuhan Yesus adalah Raja seluruh alam semesta, di mana segala bangsa, segala kuasa, malaikat dan setan, semuanya tunduk kepada Dia. Tuhan Yesus adalah pencipta alam semesta seperti kita lihat di Kej 1:1. Tetapi dalam kasih karunia Tuhan, kita ini boleh menjadi saudaraNya. Yesus boleh menjadi kakak sulung kita untuk selama-lamanya. Betapa luar biasa berkat ini. Kita satu keluarga dengan Tuhan Yesus. Makanya kita sekarang ini juga satu keluarga satu sama lain. Hubungan kita bukan lewat darah daging, melainkan lewat darah Kristus yang nilainya kekal.
Jadi rantai kedua yang menjamin keselamatan kita adalah PREDESTINED.
Roma 8:30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya.
Dipanggil = called. Ada dua jenis panggilan yang disebut Alkitab. Yang pertama, Tuhan memanggil semua orang untuk percaya. Ini disebut panggilan universal. Yang kedua, panggilan spesial. Tuhan memanggil secara khusus orang-orang yang dipanggilnya keluar dari kegelapan ke dalam terang yang hidup. Yaitu orang-orang yang sudah dipilihNya dari semula untuk keselamatan.
Kalau Tuhan memanggil, panggilanNya itu bukan kayak kita yang manggil. Kalau kita manggil, belum tentu orangnya mau datang. Tapi kalau Tuhan memanggil, ada kuasa dibaliknya. Apa yang tidak ada, bisa menjadi ada. Orang mati bisa hidup kembali. Begitu besarnya kuasa panggilan Tuhan sehingga panggilan itu tidak pernah kembali kepadaNya dengan sia-sia, melainkan pasti terjadi sesuai panggilanNya itu. Misalnya : ketika Tuhan menciptakan terang Ia memanggil, “Jadilah Terang” maka terang itu jadi. Terus kita ingat ketika Lazarus sudah tiga hari di dalam kubur, Tuhan Yesus panggil, “Lazarus, keluar!” dan orang mati itu bangun dan keluar masih terbungkus dalam kain kafannya.
Jadi rantai ketiga ini memiliki unsur kuasa Tuhan, yang memanggil kita bangkit dari kubur dosa kita itu. Panggilan inilah yang membangkitkan kita.
Kita diselamatkan bukan karena mengangkat tangan menerima Tuhan Yesus, bukan karena kita mengucapkan doa pertobatan. Kita baru bisa menerima Tuhan Yesus, bisa angkat tangan, bisa berdoa terima Tuhan Yesus, hanya dan hanya setelah Tuhan membangkitkan kita dari dalam. Yaitu dengan menaruh Roh KudusNya di dalam kita, membangunkan kita kepada suara panggilan Tuhan Yesus. (Yohanes 10:27 “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.”).
Inilah rantai yang ketiga = CALLED.
Kemudian ayat 30: “Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya.”
Dibenarkan = justified. Kata ini merupakan istilah hukum atau istilah pengadilan. Yaitu ketika seseorang terbukti benar atau dianggap sudah membayar penuh semua hutangnya.
Kita dibenarkan hanyalah di dalam Kristus Yesus. Ada orang-orang yang mengira dirinya selamat adalah karena pada dasarnya dirinya itu baik. Dulu waktu kecil saya mengira begitu. Karena dari kecil sudah senang sama Tuhan Yesus, sudah senang berdoa, dan merasa saya kan hatinya baik, jadi layak dong, kalau Tuhan selamatkan saya. Konsep saya itu salah sama sekali.
Kita dibenarkan seluruhnya hanyalah tindakan dan inisiatif Tuhan saja. Allah Bapa membenarkan kita hanya karena apa yang telah Kristus perbuat bagi kita dalam seluruh hidupNya yang kudus dan kematianNya di kayu salib.
Seolah kita ini berdiri di belakang Tuhan Yesus, terlindung dari amarah Tuhan Allah atas dosa-dosa kita. Kebenaran Tuhan Yesus ditaruh di depan kita, sehingga kita bisa memanggil Allah, BAPA. Di perjanjian lama tutup pendamaian yang di atas tabut suci itu diperciki darah anak domba. Di dalam tabut itu ditaruh dua loh batu dari 10 Perintah Allah. Ini menggambarkan Tuhan melihat dari surga ke dalam tabut itu lewat tutup pendamaian yang sudah diperciki darah. Tetapi sesungguhnya bukan darah anak domba dalam upacara setahun sekali itu yang menyucikan, melainkan darah Anak Domba Allah yaitu Kristus. Upacara tersebut dan tutup pendamaian itu menunjuk kepada kematian Kristus di kayu salib.
Mungkin Anda tidak lagi beranggapan Tuhan pilih Anda karena kebaikan Anda. Tapi gimana, masihkah Anda merasa rendah diri berlebihan? Biasanya karena merasa sering gagal, terus merasa tidak layak, lantas memutuskan undur saja dari pelayanan atau bible study? Ini wajar, kadang kita merasa betul-betul tidak pantas deh jadi anaknya Tuhan. Kurang baik, kurang sempurna, kurang komitmen, dll. Tahukah Anda, ini sebenarnya tipu muslihat Iblis. Rasa rendah diri atau kurang pantas ini sudah sering banget dipake Iblis untuk mencegah anak Tuhan supaya tidak bertumbuh, dengan memisahkan mereka dari bible study, dari persekutuan, dari pelayanan dan gereja.
Coba lihat apa yang Tuhan sudah kerjakan buat kita: Tuhan sudah memilih kita, menentukan kita, memanggil kita dan MEMBENARKAN kita. Tuhan tidak main-main. Dia sudah ALL OUT buat kita. Jadi kenapa pikiran dan perasaan rendah diri itu Anda biarkan terus menggocoh? Jangan dengarkan. Lawan dengan pedang roh yaitu Firman Tuhan. Hafalkan. Pelajari. Give time to it. Paulus bilang kita musti disiplin kayak tentara, sebab kita ini sedang dalam peperangan rohani. Bukan melawan darah dan daging, melainkan melawan ideologi-ideologi dan opini dunia yang programnya dilancarkan Iblis di seluruh dunia sepanjang waktu lewat berbagai media seperti film, buku, majalah, tv, internet, dll.
Bila Anda adalah seorang percaya, Tuhan sudah membenarkan Anda. Ini fakta. Mulailah hidup dengan penuh syukur sebagai orang-orang yang dahulu mati, tetapi sekarang hidup kembali.
Jadi rantai yang keempat adalah = JUSTIFIED.
Yang terakhir: Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.
Dimuliakan = glorified. Kata ini bukan berarti dimuliakan dalam arti kita disembah-sembah. Glorified di sini maksudnya adalah kondisi kita nanti pada saat Yesus datang kembali. Ketika Yesus datang kembali, kita akan dibangkitkan ke dalam tubuh yang baru. Kita akan mendapat tubuh manusia baru seperti yang Tuhan Yesus sekarang ini punya di surga: yaitu tubuh yang kekal serta kudus sempurna.
Glorification ini adalah destiny atau tujuan akhir yang sudah disiapkan Tuhan dengan penuh cinta buat Anda dan saya, yaitu orang-orang yang percaya dan mengasihi Tuhan Yesus Kristus.
Alkitab banyak berbicara tentang kemuliaan ini.
1 Yoh 3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
Kemuliaan ini adalah pengharapan kita. Alkitab kalau bicara tentang pengharapan itu bukan cuma cita-cita atau angan-angan yang belum tentu terjadi. Sebaliknya, kalau alkitab bicara pengharapan, maksudnya adalah kepastian. Sebab yang menjaminnya adalah Tuhan sendiri.
Kol 3:2-4
3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
3:3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.
3:4 Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.
Mengenai detilnya, bacalah secara lengkap di 1 Kor 15:35-50.
Paulus menulis di 1 Korintus
15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.
Inilah destiny kita. Inilah masa depan Anda dan saya, orang percaya. Kemuliaan. Glorification bersama Tuhan kita Yesus Kristus selama-lamanya.
Inilah rantai terakhir yang masih akan Tuhan kerjakan bagi kita = GLORIFIED.
Betapa besar karya keselamatan yang sudah dilaksanakan oleh Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus buat kita ini.
Bagaimana respons kita? Bukankah Dia layak menerima segala sembah, hormat, syukur, segala-galanya dalam hidup kita? Segala aspek hidup, baik itu di bisnis, di rumah tangga, di sekolah, di pelayanan, di jalanan, di facebook atau blog, bukankah Tuhan layak Anda layani dalam setiap tarikan napas?
Respon kita seharusnya adalah mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar (Filipi 2:12-13). Orang yang sudah selamat kelihatan dari buahnya. Orang yang selamat memiliki hati yang haus akan Firman Tuhan karena ia rindu makin mengenal Yesus.
Sikap apa saja yang masih perlu Anda ubah dalam hidup sehari-hari, supaya sisa hidup ini boleh Anda jalani dengan perspektif bahwa Tuhan sudah memilih Anda sebelum dunia dijadikan untuk kemuliaan?
Inilah rantai yang ketiga = CALLED.
Kemudian ayat 30: “Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya.”
Dibenarkan = justified. Kata ini merupakan istilah hukum atau istilah pengadilan. Yaitu ketika seseorang terbukti benar atau dianggap sudah membayar penuh semua hutangnya.
Kita dibenarkan hanyalah di dalam Kristus Yesus. Ada orang-orang yang mengira dirinya selamat adalah karena pada dasarnya dirinya itu baik. Dulu waktu kecil saya mengira begitu. Karena dari kecil sudah senang sama Tuhan Yesus, sudah senang berdoa, dan merasa saya kan hatinya baik, jadi layak dong, kalau Tuhan selamatkan saya. Konsep saya itu salah sama sekali.
Kita dibenarkan seluruhnya hanyalah tindakan dan inisiatif Tuhan saja. Allah Bapa membenarkan kita hanya karena apa yang telah Kristus perbuat bagi kita dalam seluruh hidupNya yang kudus dan kematianNya di kayu salib.
Seolah kita ini berdiri di belakang Tuhan Yesus, terlindung dari amarah Tuhan Allah atas dosa-dosa kita. Kebenaran Tuhan Yesus ditaruh di depan kita, sehingga kita bisa memanggil Allah, BAPA. Di perjanjian lama tutup pendamaian yang di atas tabut suci itu diperciki darah anak domba. Di dalam tabut itu ditaruh dua loh batu dari 10 Perintah Allah. Ini menggambarkan Tuhan melihat dari surga ke dalam tabut itu lewat tutup pendamaian yang sudah diperciki darah. Tetapi sesungguhnya bukan darah anak domba dalam upacara setahun sekali itu yang menyucikan, melainkan darah Anak Domba Allah yaitu Kristus. Upacara tersebut dan tutup pendamaian itu menunjuk kepada kematian Kristus di kayu salib.
Mungkin Anda tidak lagi beranggapan Tuhan pilih Anda karena kebaikan Anda. Tapi gimana, masihkah Anda merasa rendah diri berlebihan? Biasanya karena merasa sering gagal, terus merasa tidak layak, lantas memutuskan undur saja dari pelayanan atau bible study? Ini wajar, kadang kita merasa betul-betul tidak pantas deh jadi anaknya Tuhan. Kurang baik, kurang sempurna, kurang komitmen, dll. Tahukah Anda, ini sebenarnya tipu muslihat Iblis. Rasa rendah diri atau kurang pantas ini sudah sering banget dipake Iblis untuk mencegah anak Tuhan supaya tidak bertumbuh, dengan memisahkan mereka dari bible study, dari persekutuan, dari pelayanan dan gereja.
Coba lihat apa yang Tuhan sudah kerjakan buat kita: Tuhan sudah memilih kita, menentukan kita, memanggil kita dan MEMBENARKAN kita. Tuhan tidak main-main. Dia sudah ALL OUT buat kita. Jadi kenapa pikiran dan perasaan rendah diri itu Anda biarkan terus menggocoh? Jangan dengarkan. Lawan dengan pedang roh yaitu Firman Tuhan. Hafalkan. Pelajari. Give time to it. Paulus bilang kita musti disiplin kayak tentara, sebab kita ini sedang dalam peperangan rohani. Bukan melawan darah dan daging, melainkan melawan ideologi-ideologi dan opini dunia yang programnya dilancarkan Iblis di seluruh dunia sepanjang waktu lewat berbagai media seperti film, buku, majalah, tv, internet, dll.
Bila Anda adalah seorang percaya, Tuhan sudah membenarkan Anda. Ini fakta. Mulailah hidup dengan penuh syukur sebagai orang-orang yang dahulu mati, tetapi sekarang hidup kembali.
Jadi rantai yang keempat adalah = JUSTIFIED.
Yang terakhir: Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.
Dimuliakan = glorified. Kata ini bukan berarti dimuliakan dalam arti kita disembah-sembah. Glorified di sini maksudnya adalah kondisi kita nanti pada saat Yesus datang kembali. Ketika Yesus datang kembali, kita akan dibangkitkan ke dalam tubuh yang baru. Kita akan mendapat tubuh manusia baru seperti yang Tuhan Yesus sekarang ini punya di surga: yaitu tubuh yang kekal serta kudus sempurna.
Glorification ini adalah destiny atau tujuan akhir yang sudah disiapkan Tuhan dengan penuh cinta buat Anda dan saya, yaitu orang-orang yang percaya dan mengasihi Tuhan Yesus Kristus.
Alkitab banyak berbicara tentang kemuliaan ini.
1 Yoh 3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
Kemuliaan ini adalah pengharapan kita. Alkitab kalau bicara tentang pengharapan itu bukan cuma cita-cita atau angan-angan yang belum tentu terjadi. Sebaliknya, kalau alkitab bicara pengharapan, maksudnya adalah kepastian. Sebab yang menjaminnya adalah Tuhan sendiri.
Kol 3:2-4
3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
3:3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.
3:4 Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.
Mengenai detilnya, bacalah secara lengkap di 1 Kor 15:35-50.
Paulus menulis di 1 Korintus
15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.
Inilah destiny kita. Inilah masa depan Anda dan saya, orang percaya. Kemuliaan. Glorification bersama Tuhan kita Yesus Kristus selama-lamanya.
Inilah rantai terakhir yang masih akan Tuhan kerjakan bagi kita = GLORIFIED.
Betapa besar karya keselamatan yang sudah dilaksanakan oleh Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus buat kita ini.
Bagaimana respons kita? Bukankah Dia layak menerima segala sembah, hormat, syukur, segala-galanya dalam hidup kita? Segala aspek hidup, baik itu di bisnis, di rumah tangga, di sekolah, di pelayanan, di jalanan, di facebook atau blog, bukankah Tuhan layak Anda layani dalam setiap tarikan napas?
Respon kita seharusnya adalah mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar (Filipi 2:12-13). Orang yang sudah selamat kelihatan dari buahnya. Orang yang selamat memiliki hati yang haus akan Firman Tuhan karena ia rindu makin mengenal Yesus.
Sikap apa saja yang masih perlu Anda ubah dalam hidup sehari-hari, supaya sisa hidup ini boleh Anda jalani dengan perspektif bahwa Tuhan sudah memilih Anda sebelum dunia dijadikan untuk kemuliaan?
Thursday, January 8, 2009
KJV, NIV, atau ESV?
Alkitab Ibrani dari abad ke-11 dalam bahasa Aram TargumKJV = King James Version; NIV = New International Version; ESV = English Standard Version
Umat kristen dunia abad ke-20 terberkati dengan banyaknya versi terjemahan Alkitab. Sayangnya ada orang-orang yang ngotot dengan satu terjemahan saja, dan mengecam terjemahan lain, sehingga terjadi perpecahan di antara umat Tuhan. Padahal perbedaan antara terjemahan telah disepakati para scholars Alkitab sebagai tidak prinsipil, sehingga tidak perlu dijadikan ajang perkelahian (lihat blog entry In essentials unity, in non-essentials liberty, in all things charity di bawah topik Augustine).
Pertama-tama kita harus sadari bahwa Alkitab yang bisa kita baca saat ini semuanya hanyalah terjemahan. Bahasa asli yang digunakan untuk Perjanjian Lama adalah Aramaic dan Ibrani kuno yang sekarang tidak lagi dipakai. Dalam kitab-kitab Perjanjian Baru para penulisnya menggunakan bahasa Yunani, karena pada abad pertama para penulis dan pembacanya akrab dengan bahasa tersebut. Bahasa Yunani Perjanjian Baru adalah bahasa Yunani kuno, bukan bahasa Yunani yang digunakan di Yunani sekarang.
King James Version (KJV) adalah Alkitab yang pertama-tama diterjemahkan ke dalam bahasa inggris (1611), sehingga bahasanya masih bahasa inggris kuno. Keindahan bahasa ini membuat terjemahan itu elegan. Selain itu terjemahan ini dikenal akurat sesuai dengan kata-kata aslinya.
New International Version (1978) atau NIV diterbitkan untuk membantu pembaca modern lebih mengerti maksud dari ayat tersebut sesuai latar belakang penulisannya, sehingga kadang ada detail-detail minor yang tidak dimasukkan setelah melalui proses penyelidikan mendalam.
Banyak orang percaya yang sudah dari awal menggunakan KJV, sudah biasa menghafal dengan KJV, sehingga merasa terjemahan ini paling cocok untuk dirinya. Namun hal yang sama juga menimpa orang yang menggunakan terjemahan lain. Yang sudah biasa menggunakan dan menghafal NIV, tentu pun tidak biasa dengan terjemahan lain.
Apapun terjemahannya, bahkan bila kita mendengar orang membaca dalam versi yang tidak akrab sekalipun, Firman TUHAN tetap adalah Firman. Roh Kuduslah yang memberi pengertian.
Kita tidak bisa mengerti apapun tentang dosa dan keselamatan dalam Yesus Kristus, tanpa Roh Kudus yang terlebih dahulu mengubah hati kita. Sesudah pertobatan, Roh Kudus senantiasa bekerja dalam hati kita sementara mempelajari Alkitab, untuk makin menyucikan kita dalam perbuatan dan percakapan sehari-hari.
Jadi pengertian kita tentang doktrin-doktrin (pengajaran) Alkitab bukanlah karena kepintaran otak sendiri, tetapi karena pengertian yang diberikan oleh Roh Kudus. Roh Kudus adalah pribadi ketiga dalam Allah TriTunggal. Setiap orang yang bertobat dan percaya pada Kristus sudah dimeteraikan dengan Roh Kudus saat itu juga, bahkan sebelum ia dibaptis. Sebab tidak seorangpun bisa menyebut Yesus itu Tuhan tanpa dimampukan oleh Roh Kudus di dalam dirinya (Roma 10:9; 1 Korintus 12:3).
Alkitab adalah dokumen paling bisa dipercaya yang telah bertahan sejak awal. Ada puluhan ribu dokumen kitab-kitab dalam Alkitab sejak abad pertama yang bisa kita bandingkan akurasinya dengan edisi Yunani yang ada saat ini. Berbagai penemuan arkeologis mengkonfirm hal ini. Penemuan the Dead Sea Scrolls pertengahan abad lalu juga mendukung akurasi Alkitab kita.
Alkitab adalah 66 kitab yang ditulis dalam jenjang waktu kira-kira 1500 BC (sebelum Masehi) hingga 100 AD (Masehi) oleh lebih dari 40 orang dengan berbagai latar belakang. Namun sepanjang waktu itu, di mana berbagai superpower dunia sudah berganti-ganti (Mesir, Babel, Asyur, Media/Persia, Yunani dan akhirnya Romawi), isi Alkitab tidak saling bertentangan satu sama lain.
Alkitab adalah satu-satunya buku di mana Tuhan sendiri menyatakan DIRINYA kepada manusia. Setiap kata di dalam Alkitab (bahasa aslinya) diinspirasikan oleh Tuhan sendiri (2 Timotius 3:16-17).
Alkitab adalah inerrant = free from error. Alkitab bisa kita percaya secara total sebab Alkitab adalah Firman Allah yang tidak memiliki error/kesalahan sama sekali. Hal ini bukan percaya buta, silakan membuktikannya sendiri seperti yang telah dilakukan oleh banyak scholars, arkeologis dan profesor berbagai bidang yang tadinya apatis terhadap kebenaran Alkitab, kemudian justru menemukan kebenarannya yang mengagumkan. Hanya TUHAN Allah yang mampu menjaga akurasi FirmanNya. Hanya Firman Allah Yang Hidup yang sanggup mengubah hidup orang sedemikian rupa.
Yesus disebut oleh Alkitab sebagai Firman itu sendiri. Tuhan Yesus Kristus adalah Sang Pencipta yang melaluiNya Allah menciptakan alam semesta ini.
Yohanes
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Kolose
1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
Jadi terjemahan apapun yang kita gunakan, pilihlah sesuai kebutuhan Anda. Bila sanggup memiliki beberapa versi, lebih baik lagi. Kita bisa menggunakan berbagai terjemahan supaya lebih memperkaya pengertian kita terhadap doktrin dalam perikop-perikop yang sedang kita pelajari. Yang paling penting bukan terjemahan mana, yang paling penting Anda mempelajarinya.
Di bawah ini beberapa versi yang saya rekomendasikan Anda miliki:
NIV, NLT (New Living Translation) dan NASB (New American Standard Bible= terjemahan yang lebih kata per kata sesuai tradisi KJV). Serta satu terjemahan yang khusus hanya Perjanjian Baru saja: J.B. Phillips New Testament in Modern English (bisa memberi pengertian yang lebih ke arah hidup modern sekarang).
Terjemahan bahasa Indonesia juga bisa Anda andalkan, walaupun untuk homiletiks dan studi mendalam, saya sarankan Anda menyelidiki dengan berbagai versi bahasa inggris serta commentaries/tafsiran yang bisa terpercaya.
Tuhan Yesus berkata, "Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu." (Matius 24:35; Markus 13:31; Lukas 21:33)
Selamat mempelajari Alkitab.
Subscribe to:
Posts (Atom)