Monday, December 21, 2009

Siapakah Yesus?



Siapakah Yesus menurut dunia? Siapakah Yesus menurut Anda pribadi? Tetapi yang paling penting: apakah kata Alkitab tentang Dia?

Dalam rangka Natal, saya akan bahas sedikit demi sedikit lewat artikel blog ini Siapakah Yesus.


Matius 1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.


Firman Tuhan berkata bahwa Yesus Kristus dikandung dari Roh Kudus. Bukan dari kekuatan Maria sendiri yang mendadak mengandung. Bukan pula dari kekuatan laki-laki (Yusuf). Melainkan dari kekuatan Allah sendiri. Allah yang menciptakan alam semesta dari tidak ada menjadi ada, hanya Dia yang sanggup melaksanakan hal ini.



Pengakuan iman rasuli juga mengandung pengakuan percaya bahwa Yesus adalah, “Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria”.



Percaya kepada Tuhan berarti percaya pada fakta bahwa Yesus Kristus dikandung oleh perawan Maria. (Dalam bahasa inggris, "Believe in the virgin birth").



Fakta ini bukanlah mitos. Juga bukan terjadi dengan sendirinya. Melainkan ada di dalam rencana kekal Allah untuk menyelamatkan umat manusia (keturunan Adam) dari dosa.



Matius 1:22-23 “Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.”



Delapan ratus tahun sebelum kelahiran Yesus, Tuhan Allah sudah memberitahu manusia melalui nabi Yesaya, “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” (Yesaya 7:14).

Tuesday, June 23, 2009

Filipi 4:8


Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Bila Anda sering merasa kok kayaknya dunia ini penuh kejahatan.
Bila sering kekhawatiran menyerang Anda kalau-kalau sesuatu yang buruk bakal menimpa diri atau keluarga.
Maka Anda, seperti saya, butuh menghafalkan ayat di atas ini.
Begitu pikiran buruk menyerang, entah itu tentang ketakutan pribadi, penyesalan, keinginan balas dendam atau kemarahan terpendam, segera ingat kembali ayat ini.
Apakah yang ada di pikiran kita saat itu masuk dalam ketujuh kategori di atas (benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, disebut kebajikan dan patut dipuji)???
Dengan mengucapkan ayat tersebut, baik bersuara atau cuma dalam hati, kita jadi dimampukan melupakan pikiran buruk yang menyerang tersebut.
Bukankah Efesus 6:10-18 menasihatkan kita untuk melawan tipu muslihat Iblis antara lain dengan pedang Roh, yaitu Firman Tuhan ini? Jangan lupa juga berdoa minta Tuhan Yesus usir segala pikiran buruk.
Tuhan tidak meminta kita memikul beban seluruh dunia. Seringkali Iblis menipu dengan membuat kita mikirin berbagai penderitaan dan kejahatan yang terjadi di dunia. Hal ini sepertinya baik, tetapi sebenarnya mencuri damai sejahtera dari hati dan membuat kita meragukan kasih setia dan kemahakuasaan Allah.
Kalau kita memang bukan yang diutus Tuhan untuk membantu orang-orang yang menderita tersebut (misalnya korban bencana alam dan korban perang di bagian dunia lain, dsb) janganlah kita membiarkan semua itu menguasai hati dan pikiran kita sedemikian rupa hingga lupa pada tugas pelayanan yang ada di depan mata.
Melainkan seperti kata Paulus di dua ayat sebelumnya, justru berdoalah!
Filipi 4
4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
Kekhawatiran dan pikiran buruk hanya akan membuat Anda makin terpuruk secara rohani dan jasmani, bukan membantu orang lain.
Demikian pula membaca buku yang menggali pikiran atau motivasi para kriminil, atau menonton film-film tentang apa yang ada di balik pikiran orang jahat, dsb, hanya akan mencuri damai sejahtera dari hati Anda. Kita tidak perlu memenuhi pikiran kita dengan semua kejahatan itu, kecuali Anda memang pekerjaannya sebagai polisi detektif atau CSI. Orang-orang Kristen yang terpanggil untuk pekerjaan tersebut tentu diperlengkapi Tuhan secara khusus. Tetapi mereka bukanlah saya. Dan kemungkinan besar juga bukan Anda.
Justru dengan merenungkan Firman Tuhan, mempelajari dan merenungkannya sehari-hari, kita dapat hikmat untuk berdoa dan makin menyatu dengan hati Tuhan untuk tugas pelayanan yang hendak Ia percayakan kepada kita hari demi hari.
Yuk, mari kita mulai menghafal ayat lebih tekun lagi.
Tuhan Yesus berkati.

Sunday, May 24, 2009

Hidup Sesudah Mati 4


Hidup orang percaya tidak lagi perlu berpusat pada kefanaan dunia ini, yaitu kekayaan dan kenikmatan hidup (harta benda, kesehatan tubuh, dan lain-lain). Kita tidak perlu lagi setengah mati mengejarnya. Banyak orang Kristen yang hidupnya sia-sia, merana dan putus asa karena mengejar kesuksesan dan kesembuhan lebih daripada segalanya.

Ketahuilah bahwa kesembuhan dalam Alkitab selalu menunjuk kepada kesembuhan jiwa dari dosa. Hanya kebebasan dari kuasa dosalah yang bernilai kekal. Bukan kesembuhan yang cuma sementara saja di dunia ini.

Yesaya 53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Setelah membahas hal-hal mengenai kematian dalam beberapa blogpost sebelumnya, kita tahu bahwa orang percaya tidak perlu takut mati karena Tuhan tidak membiarkan kita tidak tahu apa yang akan terjadi, melainkan telah menyatakannya dalam Alkitab.

Bukan berarti lantas kita hidup sembarangan saja di dunia ini. Justru kalau kita mengerti apa dan Siapa yang menanti kita di seberang sana, seharusnya kita termotivasi untuk hidup lebih sungguh bagi kemuliaan Tuhan kita.

"Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, ... karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya." (Filipi 2:12-13).

Marilah kita mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar di dunia ini. Bukan seperti orang yang tidak yakin dirinya akan selamat atau tidak, melainkan seperti orang yang sudah menerima keselamatan itu dan dengan sukacita mengerjakannya dengan penuh rasa syukur.

Praise the Lord.